Kami,
saya dan kakak saya, mengambil liburan di akhir Maret, setelah ujian judisium
dan pengumuman kelulusan S1. Setelah persiapan yang begitu panjang, akhirnya
hari yang kami nanti-nanti pun tiba. Oh ya, untuk liburan, usahakan mengambil
hari weekdays, agar terhindar dari antri panjang dan tiket weekend yang mahal.
Sebenernya
tiket pesawat kami JOG – SIN pp tgl 9-15 april 2013, namun karena saya masuk
koass kala itu akhirnya kami beli tiket lagi untuk keberangkatan tanggal 25
maret, pulang tanggal 30 Maret dari JOG-KUL-JOG dengan harga tanpa promo 1,2 jt
pp.
Senin,
25 maret 2013
Pukul
15.00 kami mulai bersiap2 menuju bandara, tapi karena beberapa hal, akhirnya
jam 4 baru berangkat dari rumah. Tidak lupa kami bawa makanan berat untuk makan
di pesawat lumayan bisa menghemat kan. Dan juga membawa botol air minum ke dalam
bagasi, karena denger2 air di KL itu gak bisa diminum jadi mesti beli botolan.
Jam
17.00 kami sampai di Bandara Adisucipto, lumayan mepet banget sih karena departure time nya 18.15. Setelah ngasih
bagasi ke counter trus bayar airport tax 100rb dan melewati immigration clearance sampailah di ruang
tunggu bandara. Ruang tunggu di Adisucipto ini sangat sempit dan sangat
sederhana, tidak ada yang istimewa, hanya bangku berjajar.
Jam
17.45 gate dibuka kami masuk ke pesawat satu per satu. Pesawat airasia tidak
terlalu besar, 1 baris ada 6 seats, mirip bus antar kota. Semua kursi nya
dibalut dengan kulit warna merah. Seat nya bisa reclining terbatas dan ruangan
untuk kaki juga tidak terlalu besar. Seat yang dibelakang banyak yang masih
kosong, sehingga saya dan kakak saya yang tadinya duduk tidak bersebelahan,
mencari seat kosong untuk duduk berdua.
Jam
18.15 pesawat airasia take off dengan mulus dari bandara Adisucipto. Perjalanan
JOG-KUL membutuhkan waktu 2 jam 25 menit. Sampai diatas langit kuala lumpur,
pilot memberitahukan kalo cuaca di KL lagi hujan lebat jadi kita delay 15
menitan. Jam 10 malam waktu KL pesawat mendarat dengan mulus. Kami turun dari
pesawat. Jalan dari hangar ke bandaranya ternyata jauuuuuh, sekitar 1 km,
buru-buru kami ke imigrasi agar bisa naik LRT dari KL sentral. Immigrasi di
LCCT cepet dan gak ribet, cuman ditanyain mw ngapain jawabnya liburan, tinggal
dimana, di hostel di sekitar Chinatown, berapa hari, itu doang. Trus kami
berjalan lagi menuju tempat pengambilan bagasi di lantai dasar.
LCCT
itu sangat besar, sangat jauh berbeda dengan bandara adi sucipto, namun
penunjuk arahnya minimal dan ambigu, jadi kalo bisa ikutilah rombongan
orang-orang di depan, karena mereka akan menuju pintu keluar. Setelah mendapat
koper, kita keluar mencari skybus yang engantarkan kita ke KL sentral. Halte
bus ini ada di bagian kiri dari pintu arrival. Bus warna merah besar dengan
tempat duduk yang nyaman. Bus ini berangkat per 30 menit dari LCCT, jadi gak
usah khawatir kehabisan. Tiket bus ini oneway RM 10 kalo bayar on the spot, kalo
pesen dari air asia dapat RM 7.4.
Perjalanan
ke KL sentral berlangsung sekitar 1 jam 15 menit. Selama di perjalanan,
terlihat jalanan yang sepi, luas banget, dan tertata rapi, rambu-rambu jelas, terlihat
jelas hasil kerja keras pada devisa negara..TKI. Jam 23.30 kami tiba di
basement KL sentral. Di sana banyak tawaran taksi dengan harga yang fantastic,
tapi kami tidak bergeming. Kami menuju lantai 1 KL sentral lewat tangga di sebelah
parkiran bis, cari stasiun LRT, beli token nya. Karena kami masih newbie kami
beli di costumer service. Kita diberi koin plastic warna biru yang harus ditempelkan
di pintu automatisnya. Koin itu harus kita bawa dan nantinya di masukkan ke
stasiun tujuan untuk membuka pintu keluar. Pas itu ada kejadian yang
menegangkan...ya newbie laah harap maklum, koinnya tidak bisa untuk membuka
pintu jadi kami harus meminta tolong petugas yang ada disitu...karena udah
tengah malam, petugasnya agak sewot gt...mgkn kami dikira TKW ilegal yang baru
pertama kali datang ke KL. Hehehehe....ya sudah laah... malu sih iya, toh kita
di sini bwt liburan, so dibuat santai aja.
Akhirnya
kami naik LRT. Hanya dengan 2 x berhenti, kami tiba di station Pasar Seni. Turun
dari stasiun itu kita bingung, di mana hostel kita. Liat-liat gak ada orang,
akhirnya ada ibu-ibu berpakaian preman, yang pasti ini bukan orang biasa2..lha
wong jam 12 masih berkeliaran di sini. Tapi berkat ibu itu, kami sampai di Raizzy
Guesthouse jalan Tun HS Lee. Sampai di guesthouse untungnya mas reseptionistnya
masih nunggu, kami check in, dimintai passport, bayar RM 65 untuk kamar twin
bed private trus dikasih kunci ruangan kami. Ruangannya tidak begitu besar,
hanya2,5 x 2,5 m, gak ada jendela, ada AC dan bed tingkat dengan wifi kenceng.
Lumayan untuk mengumpulkan tenaga bwt besok pagi.
Selasa
26 Maret 2013
Bangun
jam 6 pagi, lanjut mandi dan solat subuh. Kamar mandi di lantai 2 terletak di ujung
lorong. Ada 3 kamar mandi yang selalu sepi. Kamar mandinya bersih dan lumayan
luas, ada hot water, ada shower gel nya juga.
Setelah
mandi dan berberes kamar, kita turun sambil check out. Di hostel ini setiap
pagi disediakan sarapan dan minuman gratis dan enaknya lagi kita boleh ngambil
sendiri. Niatnya mw bikin roasted bread untuk bekal makan siang, tapi karena
malu sama pemiliknya gak jadi deh.
Kami
check out sambil nitipin koper di situ. Layanan penitipan koper disini gratis
sampe jam 9 malam.
Kami
bergegas menuju LRT pasar seni yang jaraknya 200 m. Sekarang beli koin/tokennya
di automatic machine, dan sudah bisa melenggang bebas lewat pintunya....Kami
naik LRT ke KL sentral. Jadwal kita hari ini adalah Genting highland à
Batu caves àChinatown
àtwin
tower petronas.
Di
KL sentral, cari konter penjualan bus go genting, muter-muter beberapa kali gak
ketemu, Tanya kesana-kemari juga gak ketemu, akhirnya ketemu juga setelah
melewati beberapa lorong. Sampai konter,
ternyata tiket yang ada tinggal jam 11
siang, padalah saat itu baru jam 8.20. Daripada luntang luntung gak jelas
selama 3 jam, akhirnya kita ubah itinerary nya. Kami ke Batu caves dengan naik
KTM komuter. Tiket KTM bisa didapat di counter tiket. Harganya RM 2. Kondisi
KTM bersih dan cukup lengang. Kira-kira 45 menit, kami sampai di Batu Caves,
stasiun KTM paling ujung. Dari sini, kita menuju pintu keluar, langsung
terlihat pintu gerbang batu cave.
Tempat wisata pertama yang kami kunjungi. Batu
cave merupakan gua yang terletak di tebing tempat ibadah orang hindu. Dipintu
utama kita disuguhkan patu anoman warna hijau yang tinggi nya 15 m, semakin
kedalam aura hindu india makin terasa, banyak kuil2 peribadatan. Sebelum masuk ke gua, terdapat patung emas
yang cukup tinggi mencapai 40 m. Untuk mencapai gua ini kami harus menaiki 274
anak tangga yang ada monyet berkeliaran. Lumayan melelahkan namun
pemandangannya bagus...dari pintu gua kita bisa masuk sampai didalam gua... Di
dalam gua ini ada kuil sembahyang lagi..Tempat wisata ini gak dipungut
biaya..alias gratis. Selesai liat-liat kami kembali ke KL sentral dengan KTM
komuter.
![]() |
| Nampang di depan patung dewa Batu caves |
| Kuil di bagian dalam Batu Caves |
| Melewati 272 tangga..lumayaan ngos-ngosan |
Untuk menuju ke Genting kami memakai bus Go Genting
yang dilanjutkan cable car, Harga tiket terusan pp dari KL sentral – Genting –
KL sentral adalah RM 20,6. Perjalanan dengan
bus ini membutuhkan waktu 1 jam. Kami sampai di lower station dan harus naik ke
lantai 5 untuk naik cable car. Untuk
mencapai lantai 5 disediakan lift, namun klo liftnya penuh bisa naik
tangga juga. Di lantai 5 ternyata seperti mall banyak toko dan tempat makan.
Saat kami di sana, antrian naik cable car lumayan panjang, sekitar 30 menit.
Akhirnya datang juga giliran kami. Satu cable car bisa diisi 6 orang. Naik
cable car merupakan tantangan tersendiri buat saya, karena cable car disini
adalah yang terpanjang dan melewati jurang dengan hutan yang lebat. Gak bisa
mbayangin kalo tiba-tiba jatuh gitu....Sereem...
| Ngantri masuk cable car di lower station |
| Pemandangan dari cable car |
Setelah kurang lebih 15 menit menikmati hijaunya
pemandangan, kami tiba di Genting Highland. Menurut saya, tidak ada yang spesial
di Genting, hanya ada indoor dan outdoor theme park, dan hotel-hotel
berbintang. Suhu disini dingin-dingin sejuk kayak di puncak, so jangan lupa
bawa jaket. Di sana, kami hanya berkeliling gak masuk ke theme park karena gak
menarik laah....Jam 3 sore kami turun naik cable car lagi. Ada satu kejadian
yang menegangkan saat kami naik cable car, tiba-tiba cable car nya gak jalan,
dan kami terpontang-panting di atas cable car dengan ketinggian yang cukup
membuat jantung dag-dig-dug, terlebih lagi saat itu kabut putih
menyelimuti...serem dan dingin deh....Tapi akhirnya setelah 10 menit, cable car
berjalan lagi. Alhamdulillaaah sampai juga di lower station nya...sambil
menunggu bus jemputan kami jam 4, kami menikmati nasi lemak di kantin dekat
terminal Go Genting...lumayan murah..hanya RM 4.
Bus Go Genting kami pun datang dan we go to Kl
sentral...
| Genting highland dikelilingi hotel berbintang |
Chinatown/Petaling
Street
Jam 17.00 kami tiba di KL sentral, transit
sebentar untuk sholat dan cuci muka, kemudian melanjutkan jalan-jalan lagi ke
china town. Naik LRT ke pasar seni kemudian menuju ke jalan Tun H.S. Lee. China town atau petaling street ada di sebelah
kiri. Di Kuala Lumpur penanda jalannya tidak begitu jelas sehingga kalau merasa
tersesat lebih baik tanya orang sekitar saja. Saat itu, kami tiba di sana sehabis
hujan sehingga banyak kubangan air dan bikin males buat belanja. Di sana, harga
souvenir agak mahal...untuk gantungan kunci 1 renteng isi 6 dihargai RM 5.
Tempelan kulkas dihargai RM 10/3 buah setelah nawar panjang lebar, dan
kaos-kaos harganya RM 20 untuk kualitas standar.
Setelah puas berkeliling petaling street, kami
berniat makan di deket2 situ, tapi isinya chinese food tanpa label halal.
Akhirnya kembali ke KL sentral untuk makan malam dan menunggu kereta ke
Singapura. Sebelumnya, tidak lupa kami mengambil koper yang kami titipkan di
hostel kami.
![]() |
| Petaling street, Kuala Lumpur |
Airport tax Jogja Rp 100.000
Skybus pp RM 14,6
Rapid KL to Pasar seni RM 1
Hostel RM 65/2 = RM 32,5
Rapid KL to KL sentral RM 1
LRT to KL sentral RM 1
Bus to Genting pp RM 20,6
Lunch RM 11,4/2 = RM 5,7
Rapid KL to Chinatown RM 1
Rapid KL to KL sentral RM 1
Dinner RM 12,6/2 = RM 6,3
1 RM = 3.200
Total Rp 377.440



No comments:
Post a Comment